Showing posts with label Asal usul. Show all posts
Showing posts with label Asal usul. Show all posts

Karya Maha Agung Di Pulau Seribu Masjid| Cinta NTB

Bukit Pergasingan Desa Sembalun kini telah menjadi bahan perbincangan yang ramai dikalangan para wisatawan dan para pecinta travelling. Bukit Pergasingan adalah sebuah bukit yang menjulang tinggi di samping Gunung Rinjani dan terletak juga di Desa Sembalun bagian Utara tak jauh dari Aikmel dan masih wilayah Lombok Timur. Bukit Pergasingan mempunyai pemandangan yang sangat indah dengan menampilkan keindahan dan kemegahan Gunung Rinjani secara dekat. Saat pagi hari kita juga bisa menikmati view matahari terbit dari sini. Tak hanya itu, disini kita juga bisa melihat pemandangan persawahan yang unik dan warna-warni di Sembalun.


Bukit Pergasingan memang awalnya masih belum banyak dikenal, tapi kini telah menjadi tujuan oleh para traveler yang berkunjung ke Bumi Rinjani. Bukit ini memiliki ketinggian 1.670 mdpl. Pergasingan sendiri diambil dari kata "Gasing" yang mana sejarahnya dulu bukit ini sering digunakan untuk pertandingan permainan Gasing oleh penduduk Desa Sembalun.

Bukit ini dapat didaki dari Sembalun dengan waktu pendakian normal 2 jam sampai puncak. Bukit Pergasingan ini bisa dijadikan tempat latihan kita sebelum mendaki Gunung Rinjani, bahkan sekarang bukit ini telah dimanfaatkan sebagai start extreme sport bagi pelaku olahraga paralayang, sepeda gunung dll. Disini juga adalah tempat surganya para photographer karena pemandangan dari bukit ini sungguh indah seperti lukisan.
Se
bagian besar pengunjung yang datang ke Bukit Pergasingan adalah mereka para pelajar, mahasiswa dan para pecinta alam yang memanfaatkan akhir pekan. Di sini kita juga bisa menemukan banyak jenis flora dan fauna, jadi bagi para pecinta alam dan pendaki gunung yang mendaki Gunung Rinjani, jangan lupa sempatkan diri berkunjung dan berkemah di Bukit Pergasingan Sembalun.
Tak diragukan lagi bahwa Pulau Lombok merupakan surganya wisata. Dengan destinasi yang komplit mulai dari keberagaman wisata alam baik itu pantai, gunung, bukit, adat serta wisata kuliner. Bagi semua wisatawan jangan lupa untuk berkunjung ke Pulau Lombok.

Gunung Rinjani selalu memikat para wisatawan yang berkunjung ke Lombok, NTB. Dari Bukit Pergasingan, Gunung Rinjani tampak indah sekali. Jalur pendakian ke Rinjani dahulu cuma ada dua yaitu dari Senaru dan Sembalun. Namun sekarang sudah ada beberapa jalur pendakian. Bagi yang tidak mengejar puncak gunung biasanya wisatawan naik melalui Senaru. Namun bagi wisatawan yang mengejar puncak, biasanya mereka naik dari Sembalun.

Tetapi bagi mereka yang tak sanggup naik walau sampai Segara Anak, wisatawan bisa berfoto-foto dengan latar belakang Gunung Rinjani. Bukit Pergasingan Lombok, kini muncul kepermukaan sebagai tempat wisata baru yang menjadi favorit bagi wisatawan terutama pecinta alam dan pendaki gunung, terletak di desa sembalun, bukit pergasingan merupakan sebuah bukit yang menjulang tinggi yang terletak disamping gunung rinjani. Bukit pergasingan memiliki ketinggian 1670 mdpl hanya selisih 56 meter dari gunung andong di magelang, bukit pergasingan menawarkan pemandangan kotak-kotak sawah desa sembalun yang berwarna warni, selain sawah desa sembalun, kita akan melihat gunung rinjani berdiri kokoh didepan mata, ditambah lagi sunrise di puncak bukit pergasingan juga tak kalah indah Tiba di puncak satu Bukit Pergasingan, sabana cukup luas menghampar. Dari puncak satu, Gunung Rinjani berdiri gagah menantang langit. Sebuah kolam air besar bersebelahan dengan kebun sayur terlihat dari puncak satu.

Arpini menuturkan bahwa kolam itu merupakan penampungan air untuk irigasi ladang sayur. Bukit Pergasingan yang ada di Lombok ini memang menawan. Apalagi biasanya bukit keren yang satu ini dimanfaatkan sebagai salah satu tempat pemanasan sebelum naik ke Gunung Rinjani. Atau bisa juga sebagai alternatif pendakian jika misalnya jalur pendakian Gunung Rinjani sedang ditutup. Di Bukit Pergasingan, wisatawan bisa melihat Gunung Rinjani dengan jelas dan tentunya bisa berfoto dengan latar belakang gunung tersebut. Untuk mencapai bukit tersebut dibutuhkan perjuangan yang tak mudah.

Misalkan Anda mau mengejar sunrise, Anda harus datang ke Bukit Pergasingan pagi. Nah maka dari itu, sehari sebelum ke Bukit Pergasingan, Anda harus menginap dahulu di penginapan-penginapan di daerah Sembalun. Karena dari Kota Mataram menuju Sembalun dibutuhkan waktu tempuh 4-5 jam. Dari Sembalun menuju Bukit Pergasingan, Anda bisa menempuh dengan mobil atau motor. Lalu kemudian Anda harus bersiap mendaki dan menaiki sekitar 70 anak tangga untuk mencapai spot foto atau pemandangan Rinjani pertama. Bila Anda punya waktu banyak dan cukup kuat, Anda bisa mencapai puncak dari Bukit Pergasingan.

Saya dari penginapan di Sembalun berangkat sekitar pukul 05.00 WITA dan tiba di bukit sekitar pukul 05.20 WITA. Masya Allah, setelah saya mendaki dan mencapai spot pertama saja, saya bisa melihat keindahan ciptaan Tuhan. Bisa dibilang bukit pergasingan memiliki persamaan dengan gunung andong di magelang, apabila di gunung andong kita akan melihat pemandangan sawah desa sekitar dan gunung merbabu yang berdiri kokoh didepan mata.


Di bukit pergasingan kita juga bisa melihat gunung rinjani, persawahan desa sembalun dan sunrise yang tak kalah indah dari gunung Andong, kita sebut saja bukit pergasingan andong-nya lombok. Karena pendakiannya tidak terlalu lama, hanya memakan waktu sekitar 1-2 jam jadi banyak wisatawan terutama pelajar dan mahasiswa yang datang kesini untuk menghabiskan akhir pekan, selain itu lokasi wisata bukit pergasingan juga dijadikan sebagai spot paralayang dan downhill. Karena jernihnya air sungai di Bukit Pergasingan, beberapa ikan kecil pun tampak di sungai tersebut. Selain itu di bukit ini, kebersihan lingkungannya masih terjaga.

Tidak ada sampah-sampah di sekitar lokasi. Benar-benar sungguh indah pemandangan di Bukit Pergasingan. Jadi sekarang Anda tinggal tentukan sendiri. Mau naik ke Gunung Rinjani lewat jalur pendakian Senaru atau Sembalun. Atau Anda hanya mau berfoto dengan latar belakang Gunung Rinjani di Bukit Pergasingan.

Puncak Dua
Selain puncak satu, pendaki dapat menuju puncak dua yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari titik pemberhentian pertama. Jalur yang ditempuh cenderung landai dan melewati hutan tropis yang ditumbuhi rerumputan. Serta melintasi deretan pohon cemara gunung yang tumbuh di bukit. Setelah mendaki bukit gundul tanpa pepohonan, kanopi dari hutan cukup membuat teduh dari paparan sinar matahari. Di ujung jalur, puncak dua menghampar ditumbuhi rerumputan. “Itu ujung Pulau Lawang dan Sulat. Gili Lawang dan Sulat-nya bagus. Kalau tidak berkabut bisa lihat laut,” kata Arpini yang juga pemandu pendakian Gunung Rinjani. Pendakian Bukit Pergasingan dapat ditempuh dalam dua hari satu malam perjalanan. Idealnya para pendaki mengejar matahari terbit di ufuk timur yang langsung muncul dari arah laut.

Pendakian umumnya dimulai ketika dini hari pukul 02.00 WITA dan tiba sebelum fajar menyingsing. Untuk perizinan dan pemandu pendakian, pendaki dapat menghubungi komunitas lokal yaitu Pusat Pengembangan Masyarakat Sembalun.


Share:

Sejarah Karomah TGH MAHSUN masbagek | Cinta NW

PERJUANGAN TGH MAHSUN (MASBAGIK)
DALAM MENEGAKKAN AJARAN AGAMA ISLAM

1. Kepribadian TGH Mahsun
TGH Mahsun memiliki nama kecil Ahmad dilahirkan pada tahun 1907 Masehi tepatnya di Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Ahmad dilahirkan dari pasangan Haji Mukhtar dan Hajjah Raodah. Haji Mukhtar sendiri pernah kawin sampai 4 (empat) kali. Adapun istri-istri dan putra-putri Haji Mukhtar sebagai berikut :
a. Pernikahan dengan Inaq Tanah mempunyai anak Maenah
b. Pernikahannya dengan Hajjah Raodah mempunyai anak bernama Ahmad (TGH Mahsun)
c. Pernikahan dengan Inaq Husni mempunyai anak bernama Nikmah
d. Pernikahan dengan Inaq Anwar mempunyai anak antara lain Haji Akil Mukhtar, Kamaruddin, Nikmah, dan Huzaenah

Karakter dari orang tua Ahmad adalah sosok yang tekun, rajin, selalu memuliakan para ulama, orang-orang shaleh dan penuh perhatian terhadap keluarga. Kelahiran putera (Ahmad) sangat menggembirakan hati dan beliau berharap kelak Ahmad akan tumbuh menjadi seorang yang dapat memberikan pengajian kepada masyarakat. Obsesi Haji Mukhtar untuk menjadikan Ahmad sebagai putra yang dapat mengembangkan ajaran Islam dan membangun kehidupan sosial ekonomi masyarakat, sangatlah beralasan karena situasi dan kondisi pada waktu itu, amat sangat membutuhkan figur kharismatik.
Sejak masih kecil, Ahmad telah memperlihatkan sifat-sifat kepemimpinan ; rajin, tekun, sabar, pemberani dan pemurah, maka tidaklah mengherankan ketika masih kecil Ahmad memiliki teman-teman yang banyak. Hidup dalam belaian kasih sayang orang tua dan ekonomi yang berkecukupan tidaklah menjadikannya sebagai seorang yang angkuh dan sombong. Bahkan dalam lingkungan keluarga Haji Mukhtar memberikan pendidikan dasar-dasar agama Islam. Dan sebagai wujud perhatiannya kepada para ulama, orang-orang shaleh beliau menyerahkan Ahmad kepada guru ngaji di kampong.

2. Pengembaraan TGH Mahsun dalam Menuntut Ilmu

Setelah menempuh pendidikan non formal yaitu belajar membaca Al Qur’an, ia memasuki lembaga pendidikan formal. Pada usia 8 tahun, Ahmad masuk pada Sekolah Rakyat. Guru-guru sangat senang dengan sifat dan sikap pribadi Ahmad. Waktunya dihabiskan untuk belajar. Berkat ketekunan, kedisiplinan dan kecerdasannya Ahmad menyelesaikan pendidikan di Sekolah Rakyat. Harapan untuk peningkatan perkembangan pendidikan Ahmad, orang tuanya kemudian melanjutkan sekolahnya ke Madrasah Ibtidaiyah. Di Madrasah Ibtidaiyah, Ahmad sangat menyenangkan hati para gurunya (ustadz) karena sopan santun dan budi pekerti yang baik, serta rajin dalam mengerjakan tugas-tugas yang dibebankan.

Motivasi Ahmad untuk terus mendapatkan pendidikan semakin meningkat, setelah menyelesaikan pendidikan di Ibtida’yah beliaupun kemudian berangkat untuk melanjutkan pendidikannya di Bengkel Lombok Barat. Beliau diajar oleh seorang tokoh dan ulama besar TGH Muhammad Shaleh Hambali yang sudah sangat terkenal pada masa itu. Ahmad belajar ilmu-ilmu Tauhid, Usul Fiqh, dan lain-lain. Dalam belajar di Bengkel beliau terus mengkaji masalah-masalah agama, jika tidak diketahui, beliaupun segera mempertanyakan tanpa harus malu, maka tidaklah mengherankan kalau kemudian beliau mendapatkan pengakuan sebagai murid yang terbaik. Oleh karena itu, TGH Muhammad Shaleh Hambali pernah berpesan “cukuplah yang menjadi wakil saya di Lombok Timur TGH Mahsun (Ahmad), jika ada masalah bertanyalah padanya (TGH Mahsun)”.


Selain itu beliaupun (TGH Mahsun) banyak belajar pada Tuan Guru Badarul Islam Pancor. Untuk memperdalam ilmunya iapun berangkat ke Makkah Al Mukarromah pada tahun 1936 M dan kembali ke Tanah Air pada tahun 1940 M. Selama beliau di Mekah beliau terus berguru dan belajar pada ulama-ulama terkenal dan Imam Masjidil Haram. Selama 4 tahun di Makkah, banyak ilmu-ilmu agama yang diperoleh. Pengembaraannya di Makkah menjadi bekalnya untuk memberikan dakwah pengajian di masyarakat.

3. Kiprah dan Perkawinan TGH Mahsun
Sepulang dari Makkah ia memberikan pengajian dengan sistem Khalaqoh. Keberhasilannya dalam memberikan dakwah Islamiyah di Lombok, sangatlah mencengangkan karena dalam waktu singkat berbagai dakwah dilakukan di berbagai tempat di pulau Lombok, seperti Masbagik (kecamatan tempat lahirnya), Banok, Sukaria, Suela, Sembalun, dan Bayan (Lombok Barat). Untuk melaksanakan dakwahnya tidak jarang dilakukan dengan menunggang kuda seperti ke Sembalun. Keberhasilan ini ditunjang oleh strategi dan prinsip pendekatan yang dipergunakan dalam menyampaikan dakwah, antara lain
 (1) menyenangkan para jama’ah bukan kemudian menakut-nakuti dan tidak mempersulit
 (2) setelah selesai memberikan materi biasa dilanjutkan dengan materi tanya jawab sesuai dengan kebutuhan para jama’ah,
 (3) setiap jama’ah yang datang berkunjung ke rumahnya, selalu dterima dengan sikap dan etika ketimuran
 (4) tidak pernah menuntut imbalan dalam setiap dakwahnya sehingga tidak merepotkan para jama’ah,
 (5) memperhatikan pentahapan materi dakwah dan memperhatikan volume jama’ah yang menghadiri pengajian,
 (6) terbuka dan transparan, apabila tidak diketahui suatu hukum beliau tidak menyampaikannya atau dan meskipun ia mengetahui hukum yang ditanyakan oleh para jama’ah dengan rela dan rendah hati kemudian menyerahkannya kepada muridnya sebagai tanda penghargaan,
(7) memilih kata yang tepat dalam berdakwah, beliau sangat memperhatikan tingkat kejenuhan para jama’ah sehingga disela-sela pengajian ia memberikan humor yang agamais.
TGH Mahsun selama menjalankan dakwah Islamiyahnya didampingi oleh istri-istrinya tercinta. Beliau pernah menikah sampai 9 (sembilan) kali dan memiliki banyak keturunan. Adapun istri-istri dan putra-putri beliau dapat dijabarkan sebagai berikut :
a. Pernikahannya dengan Inaq Badri alias Kalsum, alias Hajjah Raodah mempunyai putra-putri antara lain :
 (1) TGH Marzuki Mahsun,
 (2) Abdul Hanan (Bapak Uhip),
(3) Zohrah (Inaq Qazuini),
 (4) Joharah (Inaq Iftihar),
(5) Muslihun (Inaq Nurul Azmi),
(6) Mulkiah,
(7) Faizah,
(8) Asnawi.
b. Pernikahannya dengan Inaq Syaraf (Inaq Eseq) mempunyai anak :
(1) Bapak Zaki,
(2) Haji Nasrin Mukhtar
c. Pernikahannya dengan Hajjah Selamah dari Dasan Ma’alan tidak memiliki keturunand. Pernikahannya dengan Inaq Muslihin mempunyai anak bernama Muslihin (almarhumah)
e. Pernikahannya dengan Hajjah Rahmah tidak memiliki keturunan
f. Pernikahannya dengan Inaq Ridwan (Kalsum) memiliki putra-putri antara lain : (1) Haji Ahmad Wildan Mahsun (almarhum),
(2) Ahmad Rifa’i (almarhum),
(3) Hamdiah,
 (4) Hajjah Faoziah
g. Pernikahannya dengan Hajjah Wardiah mempunyai putra-putri antara lain :
 (1) Ihsan (almarhum,
(2) Muhammad Lutfi,
 (3) Haji Wahibullah SIP,
 (4) Haji Miftahul Hadi, SH,
 (5) Muhimmah,
 (6) Ahmad Nizam
h. Pernikahannya dengan Hajjah Mahmudah mempunyai putra-putri antara lain : (1) Muzmah,
(2) Zulfaiyah,
(3) Nahdiyah,
 (4) Hauliyah
i. Pernikahannya dengan Hajjah Nur Asmah (Pontianak) mempunyai putra-putri antara lain :
(1) Hajjah Nurjannah,
(2) Hajjah Nurhasanah,
 (3) Muhammad Farhi,
(4) Solehah, S.Pd.,
(5) Dra Zakiah
, (6) Huliyah,
 (7) Narjus Safa’ah,
 (8) Daman Huri,
(9) Nurul Hawalis (almarhum)
4. Karya dan Peninggalan TGH Mahsun
Gerakan-gerakan TGH Mahsun dalam mengembangkan dan memberikan pelajaran Agama Islam bukan hanya kepada orang tua. Beliaupun bergabung dalam Organisasi Nahdlatul Ulama dan pada tahun 1936 Masehi mendirikan Lembaga Pendidikan Diniyah. Lembaga pendidikan tersebut didirikan bersama tokoh-tokoh seperti TGH Muhammad Zen (Bangket Kebon atau Kebun Lauq), TGH Hasbullah Polak Penyayang, TGH Achsit Muzahar Bila Sundung, TGH Abdul Hakim, TGH Muhammad. Perkembangan selanjutnya beliau mendirikan Sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) yang kemudian dilebur menjadi Madrasah Wajib Belajar (MWB). Pada tahun 1968 keluar dari Organisasi Nahdlatul Ulama membentuk organisasi yang berdiri sendiri yang diberi nama Organisasi Rabhitah. Selanjutnya dalam organisasi tersebut membentuk wadah Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ummah (Yadinu). Yang kemudian Madrasah Ibtidaiyah Yadinu (sekarang menjadi Madrasah Ibtidaiyah Yadinu di Masbagik Selatan). Alhamdulillah berkat jasa-jasanya, sampai saat ini berkembang lembaga-lembaga pendidikan dalam wadah Organisasi Yadinu dan Al Ijtihad.
TGH Mahsun tidak hanya bergerak dalam bidang pendidikan, beliaupun juga terjun menumpas para penjajah bangsa. TGH Mahsun adalah tokoh pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam Pasukan Banteng Hitam. Beliau memimpin Masbagik saat penyerangan Belanda di Kota Selong, bergabung dengan pasukan dari Lendang Nangka (H. Jumhur Hakim) dan Pasukan dari Pringgasela (TGH Muhammad). Pada saat penyerangan tersebut, gugurlah pahlawan-pahlawan yang sangat kita banggakan antara lain ; TGH Muhammad, Sayid Saleh (Pringgasela), TGH Faesal saudara dari TGH Zaenuddin Abdul Majid (Pancor).



Share:

Otobiografi Ulama Besar Lombok | cinta Nw

Sebuah otobiografi seorang ulama besar Lombok, pejuang kemerdekaan Indonesia dan pendiri Nahdlatul Wathan.
Kelahiran Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid

Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddi Abdul Majid dilahirkan di Kampung Bermi Pancor Lombok Timur pada tanggal 17 Rabi’ul Awal 1315 H. Nama kecil beliau adalah Muhammad Saqqaf dan berganti nama menjadi Muhammad Zainuddin setelah menunaikan ibadah haji. Yang mengganti nama beliau adalah ayahandanya sendiri, yaitu Tuan Guru KH. Abdul Majid.  Nama itu diambil dari mana seorang ulama besar, guru di Masjidil Haram, yang akhlak dan kepribadiannya sangat menarik hati sang ayah, yaitu Syaikh Muhammad Zainuddin Serawak.

Penamaan Muhammad Saggaf memiliki cerita yang cukup unik. Tiga hari menjelang kelahirannya, ayahnya didatangi oleh dua orang wali yang berasal dari Hadhramaut dan Maghrabi. Kedua wali tersebut mempunyai nama yang sama, yakni Saqqaf. Keduanya berpesan kepada Tuan Guru KH. Abdul Majid, jika mempunyai anak agar diberi nama Saqqaf seperti nama mereka berdua.


Kata Saqqaf dalam bahasa Arab berarti membuat atap atau mengatapi. Kata ini kemudian diIndonesiakan menjaddi Saggaf dan dikarenakan berada di daerah Lombok Nusa Tenggar Barat yang masih kental dengan budaya daerahnya sehingga nama tersebut didialekkan ke dalam bahasa daerah yang biasa disebut bahasa sasak menjadi Segep, dan pada masa kecilnya pun beliau kerap dipanggil dengan panggilan Gep.

Baca juga : PERNIKAHAN TGKH M ZAINUDDIN YANG SANGAT SEDERHANA

Disamping  itu, terdapat keunikan lain seputar kelahirannya, yaitu adanya cerita gembira yang dibawa oleh seorang wali, bernama Syaikh Ahmad Rifa’i yang juga berasal dari Maghrabi. Ia menemui Tuan Guru KH. Abdul Majid menjelang kelahiran putranya. Syaikh Ahmad Rifa’i berkata kepada Tuan Guru KH. Abdul Majid: “Akan segera lahir dari istrimu seorang anak laki-laki yang akan menjadi ulama besar.”

Dengan adanya keunikan-keunikan yang terjadi menjelang kelahiran putranya yang kemudian dinamakan Muhammad Saggaf, Tuan Guru KH. Abdul Majid dan istrinya merasa senang dan gembira karena kelahiran puteranya disambut dan dinantikan oleh para ulama dan para wali-wali Allah.


 Ayah Ibu Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid

Beliau adalah anak bungsu yang lahir dari perkawinan antara Tuan Guru KH. Abdul Majid dengan seorang wanita shalihah yang berasal dari desa Kelayu Lombok Timur, yang bernama Inaq Syam dan lebih dikenal dengan nama Hajjah Halimatus Sa’diyah.

Beliau memiliki saudara kandung sebanyak lima orang, diantaranya yaitu Siti Syarbini, Siti Chilah, Hajjah Saudah, Haji Muhammad Shabur dan Hajjah Masyithah.

Sejak kecil beliau terkenal sangat jujur dan cerdas. Kerena itu, tidak mengherankan kalau ayah bundanya memberikan perhatian khusus dan menumpahkan kecintaan serta kasih sayang demikian besar kepada beliau.

Tentang silsilah keturunan beliau yang lengkap tidak dapat dikemukakan secara utuh dikarenakan dokumen dan catatan silsilah keturunan beliau ikut terbakar ketika rumah orangtua  beliau mengalami kebakaran. Namun yang jelas beliau terlahir dari keturunan keluarga yang terpandang dan garis keturunan terpandang pula yaitu keturunan Selaparang. Selaparang adalah nama Kerajaan Islam yang pernah berkuasa di Pulau Lombok.





Share:

Sejarah Asal Usul Desa Labuan haji lombok timur | NTB


Asal usul labuhan haji lombok timur - Pantai Labuhan haji,lombok timur,nusa tenggara barat adalah sebuah dermaga yang difungsikan sebagai pusat perdagangan dan ekonomi pada zaman pemerintahan kolonial hindia belanda sekaligus sebagai pintu masuk para pedagang keturunan etnis Cina ke wilayah Lombok.

Usaha mereka tergolong sukses dan banyak di antara mereka memutuskan untuk menetap di lombok dan membangun usaha.




labuhan haji lombok timur
Hal ini bisa dilihat dari sebagian bangunan dan perumahan tua yang ada disekitarnya terlihat memiliki arsitektur khas budaya Cina. Beberapa lokasi kuburan untuk warga keturunan Cina juga dapat ditemukan seperti terlihat pada daerah Penede Gandor, sekira 500 meter dari pelabuhan.

Namun, eksistensi keturunan Cina di Labuhan Haji perlahan menghilang dimulai pada peristiwa Gerakan 30 September atau PKI pada tahun 1965. Seperti daerah lainnya, waktu itu terjadi pembersihan etnis Cina di daerah ini.


Dan peninggalan sejarah dan budaya dari cina dapat kita lihat dari banyaknya makam cina yang masih dijaga dan dilestarikan keindahannya oleh masyarakat peneda gandor.Jika anda berkunjung ke daerah peneda gandor maka anda akan melihat banyaknya makam cina yang masih bagus dan terawat dan ini bisa menjadi potensi pariwisata lombok timur untuk kedepannya, anda juga dapat melihat makam cina disamping sma negeri 1 labuhan haji,lombok timur.

Berdasarkan sejarah, labuhan haji juga difungsikan sebagai tempat awal berangkat menunaikan Ibadah Haji ke Mekkah, Arab Saudi. Pada masa itu, alat transportasi belum secanggih sekarang, dan masih dominan melalui perairan laut menggunakankapal layar. Untuk sampai di tanah suci, calon-calon haji ini berjuang dilaut dan setidaknya membutuhkan tiga bulan perjalanan dalam sekali kesempatan pergi berhaji.

labuhan haji pada tahun 1990 masih alami dan mempunyai kekayaan ekosistem laut yang terjaga keindahannya seperti pada tahun 1995 anda masih bisa melihat penagkaran penyu yang ada disekitar bibir pantai labuhan haji tapi sayang semenjak tahun 2000an penyu sudah langka ditemukan dipantai labuhan haji dikarenakan perburuan oleh masyarakat sekitar secara besar besaran untuk dijual telur dan dagingnya.

Jarak antara kota selong dan labuhan haji hanya berjarak kurang lebih 7 kilometer dan jika ditempuh menggunakan sepeda motor maka hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menitan dari kota selong.

Mulai pada tahun 2010 an Pantai labuhan haji pun mulai dibuat sebagai tempat rekreasi keluarga dan tidak jarang setiap akhir minggu dan setiap pagi dan sore hari banyak dikunjungi oleh masyarakat dan anak anak muda untuk sekedar balapan,memancing,pacaran atau melihat matahari terbit atau tenggelam dari dermaga labuhan haji.

Pendapatan warga sekitar didapatkan dari banyaknya wisatawan lokal dan hasil melaut karna banyak warga sekitar yang berjualan disekitar pantai labuhan haji tersebut dan semenjak diresmikannya 2 dermaga baru oleh bupati lombok timur di pantai labuhan haji menambah banyaknya wisatawan lokal serta menambah pendapatan warga sekitar agar semakin membaik.

Share:
TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG PECINTA NAHDATUL WATHAN/ POKOKNYA NW / POKOK NW IMAN DAN TAQWA / cintanw.blogspot.com
SEPUTAR SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSA TENGGARA BARAT DAN NUSANTARA INDONESIA

HIMPUNAN SEJARAH

Popular Posts