Showing posts with label sakra. Show all posts
Showing posts with label sakra. Show all posts

Kedatuan PEJANGGIK "Arya Banjar Getas " | Cinta NW

Selain kerajaan Selaparang yang memiliki jangkauankekuasaan relatif luas di Gumi Sasak, terdapat pula kerajaanPejanggik. Di sisi lain, berdirinya kerajaan Pejanggik lebihdisebabkan karena kerajaan Selaparang yang dianggap mampumengayominya ternyata tidak mampu menjalin hubungan yangharmonis dengan wilayah sekitar. Maka kerajaan Pejanggik punmelepaskan diri dari Selaparang.Berbeda dengan Selaparang yang merupakan daerah pesisir,maka Pejanggik merupakan kerajaan yang berada di wilayah pedalaman. Kerajaan Pejanggik yang terletak di daerah pedalaman memang cenderung statis, akan tetapi kondisinya lebih tenang dan penuh dengan kewibawaan. Daerah kekuasaan Pejanggik meliputi pantai barat sampai pantai timur pulau Lombok, dari Belongas hingga Tanjung Ringgit. Berdirinya kerajaan Pejanggik bermula dan menyepinya Deneq Mas Putra Pengendengan Segara Katon ke daerah Rambitan. Beliau didampingi oleh putranya, Deneq Mas Komala Sempopo, yang kemudian menurunkan raja-raja Pejanggik. 
Dari keturunan Deneq Mas Komala Dewa Sempopo inilah pada generasi kelima menurunkan Deneq Mas Komala Sari. Kemudian Deneq Mas Unda Putih pada generasi keenam dan dilanjutkan oleh Deneq Mas Bekem Buta Intan Komala Sari pada generasi ketujuh. Kakak Deneq Mas Bekem Buta Intan Komala Sari yang bernama Pemban Mas Aji Komala dilantik sebagai raja muda dan mewakili Gowa di Sumbawa pada tangga130 November 1648M. Sejak itulah tercatat bahwakerajaan Pejanggik mulai mengalami perkembangan.
Kerajaan Pejanggik mengalami perkembangan yang semakin pesat setelah bertahtanya Pemban Mas Meraja Sakti. Beliau kawin dengan putri Raden Mas Pamekel (Raja Selaparang) bernama Putri Mas Sekar Kencana Mulya. Dewa Mas Pakel sebagai raja diSelaparang menyadari kekeliruannya selama ini yang terlalu banyak memperhatikan Sumbawa dan melupakan Pejanggik yangmerupakan saudaranya. Selanjutnya raja Selaparang menyerahkan berbagai benda pusaka dalem ke Pejanggik yang merupakan pertanda bahwa Pejanggik menjadi penerus misi pemersatu di Gumi Sasak.Hal ini membuat raja muda Raja Mas Kerta Jagat yang merupakan pengganti selanjutnya di kerajaan Selaparang semakin tersinggung. Bergabungnya Arya Banjar Getas membuat Pejanggik semakin kuat. Tetapi hal ini justra menyebabkan semakin renggangnya hubungan antara Selaparang-Pejanggik. KerajaanPejanggik pun mempersatukan kerajaan-kerajaan kecil lainnya seperti Langko, Sokong,  Bayan, Tempit dan Pujut. Kerajaan lainnya dijadikan kedemungan dengan gelar kerajaan seperti Datu Langko, Datu Sokong, Datu Pujut dan lain-lainnya. Sedangkan raja Pejanggik sendiri memakai gelar yang sama dengan kerajaan Selaparang yaitu Pemban. 
 Semua. itu juga merupakan basil kepiawaian Arya Bonjar Getas dalam menjalankan tugas-tugasnya dalam peperangan. la pun mendapat gelar tanirihan yaitu "Surengrana" dan "Dipati Patinglanga". Secara bertahap, strategi-strategi yang digunakan oleh AryaBanjar Getas adalah sebagai -berikut:1.Melakukan konsolidasi ke dalam Pejanggik.
2Mengisolir Selaparang dengan mendekati kerajaan-kerajaan keluarga Bayan.
3Menggerogoti kerajaan Selaparang dengan menguasai wilayahseperti Kopang, Langko, Rarang, Suradadi, Masbagik, Dasan Lekong; Padamara, Pancor, Kelayu, Tanjung. Kalijaga, barukemudian masuk ke Selaparang. Arya Banjar Getas melakukan sebuah strategi konsolidasi dengan menyerahkan keris sebanyak 33buah kepada raja Pejanggik,lalu mengarak berkeliling dan menyerahkannya kepada para prakanggo untuk kemudian ditukar dengan keris pusaka masing-masing. Penukaran tersebut merupakan suatu bentuk kesetiaan dan loyalitas tunggal kepada raja Pejanggik. Keberhasilan Arya Banjar Getas melakukan berbagai gerakan tersebut langkah demi langkah disebut Politik Rerepeq.
Bila ditinjau dari segi kekuasaan, kerajaan Pejanggik sangat solid, akan tetapi langkah-langkah yang ditempuholeh Arya Banjar Getas dianggap merombak tatanan hubungan yang sudah merupakan budaya turun-menurun.
Pada generasi ke sembilan, tahta dilanjutkan oleh PembanMas Komala Kusuma. Nampaknya beliau lebih banyak berperan sebagai seorang ayah yang baik ketimbang seorang raja yang mampu membawa Pejanggik menjadi kerajaan yang maju. Pemban Mas Komala Kusuma memang banyak memperingatkan putranya (Meraja Kusuma) atas ancaman Selaparang karena terlalu kagum dan terpesona, dengan patih Arya Sudarsana yang datang membawa 33 keris sebagai tanda setia dan siap mengabdi untuk kebesaran Pejanggik. Pemban Mas Meraja Kusuma berhasrat melamar putri dari kerajaan Kentawang. Proses melamar Putri Kentawang tersebut dipercayakan kepada Arya Banjar Getas. Melihat kecantikan Putri Kentawang, Arya Banjar Getas temyata juga memiliki keinginanyang mendalam, untuk mempersuntingnya. Oleh karena itu,  AryaBanjar Getas melaporkan bahwa Putri Kentawang tidak cocok  bersanding dengan raja. Laporan tersebut ditanggapi positif sehinggaPutri Kentawang diserahkan kepada Arya Banjar Getas.Setelah terjadi perkawinan AryaBanjar Getas dengan. Putri Kentawang, raja Pejanggik sempat melihat Putri Kentawang. Ternyata ia sangat tertarik, kagum dan jatuh cinta. Untuk mendapatkan Putri Kentawang, Pemban Mas Meraja Kusuma mengutus Arya Banjar Getas menjalankan sebuah misi. Dengan kepergian Arya Banjar Getas, hampir saja raja Pejanggik menodai Putri Kentawang. Sepulang dari menjalankan misi, kejadian tersebut dilaporkan Putri kentawang kepada suaminya, Arya Banjar Getas.Mendengar hal tersebut, Arya Banjar Getas marah besar. Kemudian berkembang menjadi perselisihan dan pemberontakan pada tahun 1692M.
Dalam pemberontakan tersebut Arya Banjar Getas meminta bantuan kerajaan Karangasem Bali, sehinggaPejanggik dapat dikalahkan. Raja Pejanggik ditawan dan diasingkan, kemudian meninggal dunia di Ujung Karangasem. Sedangkan para bangsawan banyak yang melarikan diri ke Sumbawa. Penyerangan Karangasem bukan hanya ke Pejanggik tetapi terus dilanjutkan ke kerajaan Parwa, Sokong, Langko, dan Bayan. Semua kerajaan menyerah tanpa perlawanan yang berarti.SetelahAnakAgung Karangasem bersekutu denganArya Banjar Gems, satu persatu kedemungan se-Lombok digempur. Akhirnya pada tahun 1740 M seluruh pulau Lombok dapat ditaklukkan.

esa Pejanggik berpenduduk sekitar 900 rumah tangga.Warna sejarah Lombok tidak bisa dilepaskan dari sejarah desa ini.Nama pejanggik jelas merupakan pertautan antara desa dengan kerajaan yang pernah ada dan berpengaruh di Lombok.

Dahulu wilayah kekuasaan kerajaan pejanggik meliputi pantai barat sampai pantai timur pulau Lombok, dari Belongas hingga Tanjung Ringgit.
Pejanggik berkuasa hamper bersamaan dengan berkuasanya kerajaan Selaparang di Lombok Bagian Timur.Selaprang sendiri sering di presentasikan sebagai kerajaan yang banyak menguasai wilayah pulau Lombok saat itu.Membicarakan sejarah Lombok tanpa membicarakan desa Pejanggik tentu tidak akan lengkap.Bukti-bukti fisik yang menegaskan bahwa desa pejanggik sebagai warisan kerajaan Pejanggik diantaranya Makam Seriwa yang lokasinya berada di pinggir jalan utama persis di tengah desa.Seriwa dalam pengertian bahsa Sasak, berasal dari kata serio’ yang berarti melihat.Makam ini telah mengalami pemugaran oleh pemerintah sejak ditetapkan sebagai cagar budaya,dimana keberadaan makam ini sudah ada sejak ratusan tahun silam dan diyakini sebagai tempat petilasan terakhir Raja Pejanggik.

Secara umum komplek makam Seriwa merupakan kompleks makam umum. Berada persis dipinggir jalan raya Praya-Keruak Lombok Timur.Makam Seriwa berada di t
empat ketinggian.Masyarakat umum yang akan berkunjung ke makam tersebut harus melewati makam masyarakat umum dan selanjutnya memasuki kompleks makam Seriwa.

Dalam kompleks makam Seriwa terdapat sejumlah makam dan pusara di dalamnya.Hanya satu makam yang berada di dalam bangunan dengan dinding terbuka dan dilengkapi dengan kain putih.Ini menandakan bahwa makam tersebutlah yang menjadi obyek kunjungan (makam Seriwa).Kompleks makam dikelilingi oleh puluhan pohon kamboja (jepun) berumur tua.

Banyak versi tentang Kerajaan Pejanggik, tetapi masyarakat Sasak Lombok Tengah percaya bahwa makam itu adalah makam Raja Pejanggik yang terakhir.Dalam bahasa arab, makam berarti tempat. Masyarakat meyakini bahwa disini tempat raja Pejanggik terlihat untuk yang terakhir kalinya.

Peziarah biasanya ramai mengunjungi makam ini usai hari raya idul fitri atau hari-hari besar Islam lainnya.Peziarah tidak hanya datang dari wilayah Lombok Tengah saja, tetapi banyak juga yang datang dari Kabupaten lain dan bahkan dari daerah luar. Di kompleks makam Seriwa ini kerap kali dilaksanakan perang timbung.Perang ini mirip dengan perang topat di pura lingsar di Desa Lingsar.Bedanya, perang di kompleks makam Seriwa ini menggunakan timbung (jajan khas masyarakat Sasak yang terbuat dari ketan), sedangkan perang topat di pura Lingsar menggunakan topat.

Berdasarkan banyak pendapat, pelaksanaan tradisi perang timbung ini berawal dari kekacauan internal Kerajaan Pejanggik.Selain itu, soal ketegangannya dengan Kerajaan Selaparang.Raja kemudian melakukan tapa brata (semedi) untuk meminta hidayah sang pencipta.Dari hasil tapa bratanya ini,Raja kemudian menyampaikannya kepada para penasehat pembesar kerajaan.Oleh para penasehat, Raja diminta mengumpulkan seluruh rakyat dan memerintahkan kepada mereka membuat jajan timbung untuk dibagikan sebagai bahan ritual,berkumpul, bersilaturrahmi dan saling memberi.

Tidak hanya makam Seriwa ini saja yang terdapat di Desa Pejanggik yang merupakan peninggalan Kerajaan Pejanggik.Peninggalan lainnya adalah Lingkok Toro (sungai Toro) yang terdapat di Dusun Toro Desa Pejanggik.Pada waktu-waktu tertentu di sekitar aliran sungai yang lebih sering mongering ini, masyarakat menggelar ritual adat.Disinilah di yakini sebagai tempat raja menyembunyikan benda pusaka kerajaan.Sebagian masyarakat setempat juga mengaku menyimpan beragam barang antik peninggalan kerajaan mulai dari kain, perabot rumah tangga dan lain-lain.

Seperti yang pernah di tulis di berbagai babad, berdirinya kerajaan Pejanggik bermula dari menyepinya Deneq Mas Putra Pengen dengan Segara Katon ke daerah yang bernama Rambitan.Beliau didampingi oleh putranya Deneq Mas Komala Sempopo, yang kemudian menurunkan raja-raja Pejanggik.Kerajaan Pejanggik mulai mengalami perkembangan pada tahun 1648 M.

Dalam sejarahnya, Kerajaan Pejanggik menjalin hubungan baik dengan Kerajaan Selaparang di Lombok Timur.Kerenggangan kemudian terjadi oleh politik adu domba seseorang dari internal Pejanggik sendiri Arya Banjar Getas. Pada generasi ke-9, tahta di Kerajaan Pejanggik dilanjutkan dari Pemban Mas Komala Kusuma yang memiliki anak bernama Meraja Kusuma.Setelah itu, Pejanggik mulai meredup karena perselisihan internal antara Pemban Mas Komala dengan Arya Banjar Getas yang berujung peperangan.Agar pertautan sejarah tidak putus, masyarakat setempat meminta keseriusan Pemda untuk menggali akar sejarah.Tidak hanya tentang Kerajaan Pejanggik, tetapi juga tentang kekayaan sejarah local lainnya.Dokumentasi ilmiah harus dibuat agar diketahui oleh generasi mendatang.



Share:

Riwayat Kedatuan Sakre " DEWE MAS PANJI " | cinta NW

Terjadi perang Puputan Sabil antara Pejanggik dengan pihak Karangasem. Sedang Pemban Mas Meraja Kusuma mendapatkanhukuman moral tidak diperkenankan ikut puputan sabil olehayahandanya, Pemban Mas Komala Kusuma. la tidak beranimembantah perintah ayahnya yang marah. la bertugasmenyelamatkan apa saja yang masih diselamatkan dan harusmenyingkir ke Sumbawa sebagai penerus generasi mendatang agar  pada saatnya nanti dapat merebut kembali tongkat kekuasaannyayang hilang. Beliau diiringi oleh sebagian pengawalnya, dan secarakhusus dilindungi oleh benteng Petak Purwadadi yang kuat. Beliaumenetap dan membuka pemukiman baru sebagai perintis imigranLombok di pulau Sumbawa bagian barat dan mendirikan desaJelenga di wilayah kecamatan Jereweh sekarang.Merasa telah dilecehkan, beliau sendiri bersumpah tidak akanmenginjakkan kakinya di pulau Lombok.
 Tetapi beliaumempersiapkan generasi penerusnya, Pemban Penganten Purwadadisebagai putra mahkota pada generasi ke XI. la dinobatkan sebagairaja dalam pengasingan didampingi oleh adiknya, Deneq Laki MasOrpa, dan saudara dari selir, Rade Nune Ratmaja Tember.Setelah kerajaan Purwadadi sebagai benteng terakhir Pejanggik dapat dihancurkan oleh Karangasem dan Banjar Getas, para prajurit melarikan diri ke hutan-hutan sekitarnya, sebagian lagimenyusul ke Sumbawa.Merasa sudah mapan, pihak Karangasem merasa curiga atas perkembangan Banjar Getas. Mereka mengetahui bahwa dendamPejanggik lebih besar kepada Banjar Getas daripada Karangasemsendiri. Maka mereka pun mengirimkan utusan untuk mempersilahkan Pemban Penganten Purwadadi kembali ke Lombok dengan syarat mau menjalin hubungan baik dengan Karangasem dan Bini Ringgit yang nantinya cukup memberikan peranan dalamsejarah Sakra, bahkan Lombok pada umumnya.Pada tahun 1800 M datanglah rombongan dari Gowa di bawah pimpinan Karaeng Manajai, menapaktilasi dan menilik keadaan bekas wilayah kekuasaan Gowa, Manggarai, Bima, Dompu,Sumbawa dan Lombok.
 Di Lombok, beliau menemukan Selaparangyang sudah runtuh dan menyaksikan jejak jejak kerajaan Pejanggik yang masih mempunyai hubungan darah dengan Selaparang. DariLabuan Lombok beliau kemudian berlayar menuju Labuan TanjungLuar menemui Deneq Laki Mas Orpa. Terjadilah kesepakatan perkawinan yang berbau politik antara Pemban Bini Ringgit, putridari Deneq Laki Mas Opra dengan Karaeng Manajai. Sebelum perkawinan itu dilangsungkan, Karaeng Manajai kembali dulumenyelesaikan urusannya di Goa. Barulah pada tahun 1805 M iakembali untuk menetap di Lombok dan kawin dengan Pemban BiniRinggit. la ditugaskan di wilayah Ganti yang berbatasan denganBanjar Getas. Perkawinan tersebut menghasilkan seorang putra bernama Dewa Mas Panji Komala yang nantinya dalam usia yangsangat muda, memimpin perlawanan pertama Sakra terhadapkekuasaan Karangasem. Seorang lagi putri hasil perkawinan KaraengManajai dan Pemban Bini Ringgit bernama Denda Bini Nyanti.Sebagai keturunan seorang pengembara, sejak muda DewaMas Panji Komala sudah memisahkan diri dan tinggal di Beleka. Halitu dilakukan juga atas perasaan kecewanya akibat ketegangan antaraorang tuanya.
Ibunda Dewa Mas Panji Komala, Pemban Bini Ringgit, merasa dilecehkan atas pernikahan Karaeng Manajai denganseorang gadis dari Gelanggang bernama La Bunga.Perkawinan antara Pemban Bini ringgit dengan KaraengManajai dari Goa ternyata cukup meresahkan para musuh bebeyutannya, yakni kerajaan-kerajaan di Bali. Mereka resah dansangat mengkhawatirkan kondisi Karangasem yang sedang dilanda persoalan internal antar puri dan berpotensi terjadi perang saudaraantara Mataram, Pagesangan, Pagutan dan Singasari yang dianggaplebih tua. Oleh karena itulah pihak Karangasem segera mendekatiSakra serta menuntut perlakuan yang sama melalui perkawinan  politik. Agaknya yang diincarnya adalah Dende Bini Nyanti. Tetapi pihak Sakra justru hanya mengirimkan puluhan gadis dari kalanganorang biasa saja untuk dipilih, semuanya pun lantas ditolak dandikembalikan. Raja Karangasem kemudian menyatakan akan datangsendiri dengan segala kehormatan dan kebesarannya.Menyikapi rencana raja Karangasem tersebut, terjadilahsilang-pendapat dan pengelompokan. Mereka yang moderat darikalangan para tetua, terutama Karaeng Manajai sendiri, berpendapatsebaiknya tawaran raja Karangasem tersebut diterima dengan sikap politis juga. Hal itu dilakukan untuk mempersiapkan diri terhadapkemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Apabila memang sudahwaktunya untuk merebut kembali tongkat yang hilang bisa denganmudah merebutnya dari pihak karangasem yang terancam perangsaudara, bila perlu meminta bantuan Sumbawa dan Goa untuk mencapai tujuan itu. Disamping itu, jika Karangasem benar-benar dilanda perang saudara, siapa tahu melalui perkawinan bisaditaklukkan tanpa kekerasan.Di lain piha lk-, terutama di kalangan orang-orang muda,muncul sikap militansi yang justru dluukung oleh Pemban BiniRinggit yang kecewa terhadap suaminya. Bahkan karenakejengkelannya tersetut, ia menyebut suaminya orang luar yang tidak tahu perasaan rakyat dan kawula bala yang setia dan siap matimembela kehormatan kerajaan Sakra penerus Pejanggik. MenurutPemban Bini Ringgit, sekaranglah waktu yang tepat memanfaatkantidakrukunnya puri Singasari dengan para saudaranya.Demikianlah, diam-diam Sakra mempersiapkan dirimenghubungi berbagai pihak yang , diharapkan akan memberidukungan. Bahkan untuk bisa menarik dukungan Sumbawa,
Gowadan orang-orang pesisir pantai, Dewa Mas Panji Komala bersama ibudan adiknya ditarik masuk , Sakra. Dalam usianya yang sangat muda,sekitar 16 tahun, Dewa Mas Panji Komala diangkat menjadi raja,sebagai lambang pemersatu sekaligus sebagai senopati perang.Gerakan dimulai dengan membersihkan wilayah timur. Desa-desa yang bersikap setengah hati dalam memberikan dukungan,digempur dengan kekerasan, para pemimpin beserta anak¬istrinya disandera dan dibawa ke Sakra. Meskipun kaget, Karangasem bergerak cepat. Mereka berhasil meredam dan menunda perselisihansesama mereka. Jika benar-benar menang, pihak Sakra tidak akan pilih bulu untuk menghancurkan saudara-saudara kerajaanKarangasem yang ada. Pihak Karangasem menduduki Mendana,Mujur dan Kopang. Meskipun Mendana, Mujur dan wilayah selatan berhasil dibersihkan kembali, akan tetapi Kopang dibuat sebagai benteng pertahanan yang sangat kuat,
sehingga Raden Bendesa diKopang tidak dapat berkutik.Terlalu muda sebagai pemimpin dan tanpa wawasan sertastrategi perang yang mapan memang sangat berpengaruh terhadapkualitas kepemimpinan Dewa Mas Panji Komala, terutama di dalam pengambilan keputusan. Desa-desa yang telah dibebaskan tidak diduduki, dan ketika gagal menembus Kopang, para pasukan Sakramalah kembali pulang.Konsolidasi kekuatan hanyalah berbentuk mengumpulkanorang sebanyak-banyaknya bertumpuk di desa Sakra tanpa gerakanlanjutan. Bebasnya wilayah timur dan terkumpulnya kekuatan yang besar membuat mereka puas dan merasa diri telah menang. Nasihatyang tua-tua karena terlanjur bergerak haruslah terus menyerangtidak digubris bahkan dijawab: "Kalau memang benar Bali itu jantan,silahkan dia datang, kita tunggu disini saja".Pusat desa memang ditata, dilengkapi petak jonggah yangkuat. Puri yang ada sebelumnya diperbaiki, begitupula tempat tinggalibu suri Pemban Bini Ringgit bersama sang raja Dewa Mas PanjiKomala. Memang benar, Dewa Mas Panji Komala mempunyaikharisma yang sangat kuat, berwibawa dan pemberani,
namuncenderung nekat tanpa perhitungan. Terpaksalah yang tua-tua bergerak sendiri dengan kekuatan terbatas mengusir kelompok-kelompok kecil prajurit, Karangasem yang masuk mengganggu desa-desa yang telah dibersihkan.Gangguan-gangguan itu merupakan strategi yang tepat agar Sakra terus sibuk, sementara Karangasem mempersiapkan diri untuk serangan balik yang mematikan. Sebaliknya di pihak Sakra malahmerasa puas, sibuk berpesta pora mabuk-mabukan. Beberapa kali  serangan besar yang dicoba Karangasem memang selalu dapatdipatahkan, tetapi mereka tidak tahu bahwa pihak Karangasemsedang mempersiapkan diri dengan prajurit yang lebih teratur dan profesional serta dilengkapi dengan taktik dan strategi yang cukup jitu.


KERUNTUHAN SAKRA (SAKRA BEDAH)
Karangasem menyadari, kendati pun Sakra yang semulahanya daerah kecil di wilayah kekuasaannya, akan tetapi memilikiketangguhan yang lebih dibandingkan Pejanggik. Sakra sangat solid,merupakan pedaleman tunggal dan tidak memiliki pedaleman lain di bawahnya, oleh karena itu wilayahnya sqngat utuh. Maka tidak mudah mengalahkan Sakra dengan kekuatan konvensional. Dengandemikian Karangasem benar-benar mempersipakan diri. Berbagai perlengkapan senjata seperti bedil dan kapal (dengan nama Sri Cakradan Sri Mataram) dibeli dari Singapura. Selain itu, untuk menambahkekuatan didatangkan pasukan dari Karangasem dan Kelungkung.Karangasem memerlukan persiapan sekitar tiga tahun untuk dapatmelawan Sakra sambil melancarkan serangan-serangan kecil kewilayah Sakra.
Seolah-olah hanya kekuatan kecil itu yang dimilikiKarangasem, hingga saat itu pun tiba.Serangan balik dilancarkan oleh Raja Muda Mataram A.AGde Karangasem. Satu demi satu desa diserang oleh Karangasemyang dilengkapi senjata bedil. Tiap desa yang dilalui penduduknyadipaksa menjadi tameng. Sebagai prajurit profesional, mereka tidak langsung menusuk ke jantung pertahanan Sakra, melainkanmengggelar strategi Sapit Urang untuk mengepung Sakra.Setelah melalui Rarang, Suradadi, Padamara, maka pangkalandi Kopang dipindahkan ke Masbagik. Setelah itu menaklukan PenedeGandor, mereka pun memasuki wilayah Surabaya. Meskipun PeSiraga Perkanggo Surabaya yang perkasa itu melakukan perlawananyang gagah berani, akan tetapi tidak berdaya menghadapi pasukanyang lengkap bersenjata bedil.
Keadaan itu memaksa Pe Siragamasuk Sakra. Lokasi desa Sakra memang dipilih dengan pertahanandikelilingi oleh kali yang dalam di sebelah timur, sisi selatan dan barat. Sedangkan di sebelah utara berderet bukit-bukit sebagai benteng alam. Pasukan dari Kelungkung setelah menyapu Mujur,Ganti, dan Beleka maju terus melalui Jerowaru dan Mendana. Lalu berhenti berkemah di sebelah barat sebelah kali Palung yang dalam.Di sebelah timur tepatnya di bukit Selong, berkemah para prajuritPagutan dan Pagesangan. Barulah kemudian pasukan induk menduduki bukit-bukit di sebelah utara untuk perang urat saraf dimalam hari dengan menggelar pesta dan mendatangkan penari Joget.A.A. Gde Karangasem menerapkan strategi Gelar Perang Garuda Ngelayang.
Para prajurit tameng yang terdiri dari orang-orang Sasak,mereka juga ditugaskan untuk terus menerus membuat gangguandengan serbuan setiap hari. Pengepungan yang berbulan-bulan tanpaserangan besar-besaran benar-benar menyebabkan prajurit Sakramenjadi frustasi. Orang Sakra yang tidak mengerti strategi perangmerasa tak habis pikir ketika siang dan malam pihak Bali terusmenerus menembakkan bedilnya, Pipian Langit, dan ditertawakansebagai orang kaya yang membuang-buang mesiu. Mereka tak mengerti strategi perang urat saraf sementara bantuan yangdiharapkan dari Goa dan Sumbawa tak kunjung datang karenakurang koordinasi.Akhirnya prajurit Sakra tak punya pilihan lain kecuali keluar mengamuk tanpa aturan melawan prajurit-prajurit Sasak sendiri yangdipergunakan sebagai tameng hidup oleh prajurit Bali. Sementaraorang Bali sendiri berada pada barisan belakang mempergunakansenjata lengkap. Pada pertempuran tersebut, Raden Nuna GedeLancung beserta saudaranya gugur di sisi barat. Sementara di sebelahtimur yang dipertahankan oleh Raden Benta, Raden Mombek,danRaden Bentabonter juga mengalami nasib yang sama. Begitupuladengan pasukan induk di sebelah utara, meskipun mampumerobohkan begitu banyak prajurit-prajurit Bali akan tetapi jugamengalami nasib yang sama.Setelah banyak prajurit-prajurit tangguh Sakra yang tewas, barulah prajurit-prajurit Bali maju dan memasuki Sakra dengan
membawa perlengkapan senjata lengkap. Puri yang hanya tinggaldan dipertahankan oleh Pe' Siraga juga jebol dan diratakan dengantanah. Seluruh bangsawan Sakra mati, kecuali para kanak-kanak yang sebelumnya telah diungsikan ke Korleko. Pe Siraga sendiritewas sementara Raden Bini Ringgit menyiapkan pusakanya danuntuk pertama kalinya meminta ampun kepada suaminya sebelum puputan sabil. Raden Bini Ringgit meminta bantuan pada suaminyauntuk menyelamatkan anaknya yang masih bertempur di dalam desa,akan tetapi Karaeng Manajai menemukan putranya sudah tewas.Pemban Bini Ringgit karena sudah sepuh dan tua gagal puputan sabil, dengan mudah ia ditangkap dan ditahan sebagaisandra yang sangat berharga di Taman Kelepug (Mayura) dan didampingi oleh anak tirinya. Perang Sakra ini berlangsung padatahun 1824-1828M meluluh lantakkan Sakra. Perang ini disebut"Peresak". Kerajaan Sakra dianggap runtuh dan hanya berumur 50tahun, terhitung sejak 1780 M hingga dengan 1828M. Setelahkekalahannya, pihak Sakra kemudian menjalin dan membina hubungan baik dengan Kerajaan Karangasem.
Share:

Benar kata P. Soeharto Belajar di Madrasah dapatnya dable " yuk berkunjung ke MDQH NW Pancor di bawah pimpinan TGKH M Zainul Majdi " | Cinta NW

MDQH NW Pancor berdasarkan Islam Ahlussunnah wal jama’ah Ala Mazhabil Imamissyafi’i RA. Dengan dasar Islam dimaksudkan bahwa Ma’had diadakan, diselenggrakan dan dikembangkan berangkat (point of depture) dari ajaran Islam, proses pengelolaannya secara islami dan menuju apa yang diidealkan oleh pendidikan yang islami. Dengan dasar Ahlussunnah wal jama’ah Ala Mazhabil Imamissyafi’i RA dimaksudkan bahwa Ma’had diselenggarakan, dikembangkan dan diamalkan dalam wacana tetap mengacu kepada sunnah Nabi SAW dan ulama salaf yang mu’tabaroh dengan mengikuti Imam Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi dalam ranah I’tiqod atau ushuluddin, Imam Al-Ghozali serta Imam Junaid Al-Bagdadi dalam ranah tashowwuf dan Imam Mazhab As-Syafi’i RA dalam pengamalan praktis fiqihnya.

MDQH NW Pancor adalah penegak Al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber kebenaran universal bagi ummat manusia dengan melahirkan insan yang unggul dalam mengusai tradisi ulama salaf saleh baik di bidang ilmiah maupun amaliyah serta mampu melahirkan generasi khairu ummah, tafaqquh fid diin.
3. Misi
Seiring dengan visi diatas, maka misi MDQH NW Pancor:
1) Menyelenggarakan pusat studi hukum Islam Ahlussunnah wal jama’ah Ala Mazhabil Imamissyafi’i RA.
2) Menyelenggarakan studi ilmu-ilmu islam klasik secara mendalam dan menyeluruh melalui sistem pendidikan pondok pesantren salafi.
3) Melakukan kaderisasi calon ahli fiqh yang dapat mengembangkan tradisi ilmiyah dan amaliyyah sesuai tuntutan zaman.


TUJUAN DAN ORIENTASI
1. Tujuan Umum
Dirintisnya MDQH NW Pancor ini bertujuan untuk mempersiapkan dan membina santri atau thullab untuk menjadi manusia muslim yang paripurna (insan kamil), yakin, ikhlas, istiqomah, tabah dan kreatif dalam menjalankan syari’at Islam secara kaffah dan dinamis.
2. Tujuan Khusus
1) Terwujudnya lembaga kader ahli fiqih sebagai pusat studi ilmu-ilmu fiqh klasik dan kontemporer demi merespons dinamika sosial yang terus bergulir.
2) Tumbuh dan berkembangnya generasi calon Faqihuz Zaman (Ahli Fiqh Kontemporer) yang mempunyai pemahaman yang utuh terhadap khazanah klasik, mampu mengaktualisasikan fiqh dalam konteks kehidupan riil sekarang, serta mempunyai kesalehan secara ritual dan sosial.

3) Memberi kesempatan kepada santri / thullab senior untuk memperdalam ilmu agama Islam dan ilmu-ilmu bantu yang diperlukan.
4) Menanamkan ethos tafaqquh fiddien di kalangan santri / thullab agar mereka mampu memahami ajaran-ajaran Islam secara baik dan benar.
5) Mengkondisikan santri / thullab dalam suasana belajar yang dapat melahirkan ulama’ yang mampu memecahkan masalah-masalah keagamaan secara tepat sesuai dengan perkembangan zaman.
6) Menanamkan sikap dan kemampuan santri / thullab agar memiliki sifat saleh (akhlaq karimah) dan kepakaran (ulum nafi’ah)

Sebagai lembaga Pendidikan Tinggi, MDQH NW Pancor ini bersifat independen, dengan pengertian, MDQH NW Pancor bebas menentukan arah kebijakan dan kurikulum sendiri. Fungsi MDQH NW Pancor adalah :
1) Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
2) Menjadi agen moderinisasi bangsa dan negara dalam wadah masyarakat madani (civil society).

MDQH NW Pancor adalah program pendidikan kepesantrenan dalam bidang ilmu-ilmu agama Islam yang diperuntukkan bagi para santri / thullab yang telah menamatkan pendidikan Madrasah Aliyah atau yang sederajat. santri /thullab ini diselenggarakan oleh YAYASAN PENDIDIKAN HAMZANWADI PONDOK PESANTREN DARUNNAHDLATAIN NW PANCOR.
Tekad Pendirian MDQH NW Pancor setidaknya memiliki 3(tiga) komponen dasar pendidikan berupa;
1) Kualitas input santri/thullab dengan latar belakang kepesantrenan yang kuat dan intelektualitas serta moralitas yang tinggi.

2) Sistem belajar mengajar yang dikembangkan secara dialogis antara santri dan guru-guru dikondisikan dalam suasana kemitraan.
3) Menyiapkan dan rekrutment pengajar yang menguasai kitab klasik dan menguasai metodologi.

POTENSI DAN SUMBER DAYA
Secara umum MDQH NW Pancor memiliki sumber daya yang mendukung terlaksananya program perkuliahan MDQH NW Pancor. Hal ini dapat dilihat pada rincian sebagai berikut;
1) Sumber Daya Manusia (SDM)
Untuk mendukung terlaksananya program MDQH NW Pancor tersebut, MDQH NW Pancor telah memiliki tenaga pengajar dan administrasi yang sesuai dengan bidang study yang diperlukan.

2) Sarana Dan Prasarana
Inventarisasi sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan MDQH NW Pancor meliputi;

3) Ruang Belajar
Untuk menunjang kelancaran perkuliahan, MDQH NW Pancor telah menyediakan 7 (tujuh) lokal ukuran 5M x 5 m dengan penambahan lokal yang dipusatkan di musholla Al-Abror Hamzanwadi.
4) Ruang Kantor / administrasi
a. Ruang Amid / pimpinan
b. Ruang Tata Usaha dan administrasi
c. Ruang Masyaikh / dosen
d. Ruang Aula / pertemuan
5) Perpustakaan
Perpustakaan merupakan sumber dan jantung ilmu pengetahuan bagi MDQH NW Pancor. Berbagai aktifitas kajian fiqh dilakukakan. Ruang dan koleksi judul pustaka yang disediakan belum memiliki standar kebutuhan. Bangunan yang tersedia berukuran 6mx6m. Koleksi kitab dan buku yang dimiliki terdiri dari tiga bahasa; Arab, Inggris, dan Indonesia.

Guna menunjang proses belajar mengajar mahasiswa MDQH NW Pancor akan disiapkan ruang perpustakaan yang representatif dengan koleksi kitab-kitab dan buku-buku yang relevant dengan study di Perguruan Tinggi Agama. Untuk kelancaran proses penggunaan informasi, perpustakaan MDQH NW Pancor juga akan dilengkapi dengan komputer yang mampu menyajikan data / informasi perpustakaan secepat mungkin.
6) Studio Radio
7) Laboratorium
Laboratorium adalah sarana pendudukung kegiatan perkuliahan yang dimaksudkan untuk praktikum sebagai upaya penguatan pemahaman pengetahuan ataupun ketrampilan. Saat ini MDQH NW Pancor belum memiliki laboratorium, tapi secara jangka panjang akan diusahakan dengan gambaran rincian yaitu:

a. Laboratorium Bahasa, yang dilengkapi dengan 10 michrophon dan 10 set tempat duduk
b. Laboratorium Komputer, yang dilengkapi dengan 10 unit komputer pentium 4 dan 10 set meja komputer.
8) Lembaga Kajian Hukum Islam, sebagai sarana dan latihan mengembangkan kemampuan analisa thullab dalam bidang hukum.
9) Kerjasama
MDQH NW Pancor akan menjalin kerjasama dengan;
a. Pondok-pondok pesantren yang beraktifitas sama.
b. Lembaga-lembaga pemerintahan baik pusat maupun daerah.
c. Lembaga Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta.
d. Lembaga pendidikan tingkat SLTA di NTB dan diluar NTB.
e. Lembaga keuangan milik negara dan swasta.
f. Lembaga ekonomi milik negara maupun swasta.
Para dosen dan masyaikh yang menjadi tenaga pendidik dan pengajar di MDQH NW Pancor secara kualifikasi adalah para lulusan perguruan tinggi terkemuka di timur tengah dan Perguruan Tinggi Indonesia, di timur tengah terdapat perguruan tunggi atau madrasah terkenal di kota Makkah Al-Mukarromah yaitu Madrasah Ash-Shoulatiyyah yang dita’sis( didirikan ) seorang Ulama Besar dari India yaitu Fadhilatussyaikh Rahmatulloh Al-Hindy yang sudah terbukti melahirkan ulama-ulama termasyhur di dunia Islam, Universitas Ummul Qura’ yang dikelola oleh pemerintah Arab Saudi yang juga sebagai basis kader para ulama intelek yang memiliki integritas keilmuan dan banyak menjadi aktivis Islam dan dosen di berbagai perguruan tinggi ternama di timur tengah. Terdapat pula Perguruan Tinggi Darul ’Ulum Makkah yang didirikan oleh Al-’Allamah Al-’Arifubillah Asy-Syeikh Muhammad Yasin Al-Fadaniy.

 Sebagai kebanggan luar biasa bangsa Indonesia yang melahirkan anak negeri yang mampu
dan memiliki kapfabilitas moral dan kelimuan dalam berbagai disiplin ilmu keislaman yang berasal dari Kota Padang ( Indonesia ) yang terkenal sebagai Musnid Dunia ( Ahli Sanad ) dalam bidang ’Ulumul Hadits. Terdapat pula beberapa perguruan tinggi di indonesia sperti UIN Syarief Hidayatulloh Jakarta, IAIN Sunan Kalijaga, UIN Malang, IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, LPTQ Jakarta Dan Beberapa Perguruan tinggi terkemuka lainnya.
Penanggung Jawab

a. KH. M. Zainuddin Abdul Majid (alm)
b. Ummi Hj. Siti Rauhun Zainuddin Abdul Majid S.Ag
Personalia
a. Syaikhul Ma’had (Rektor) : TGKH. M. Zainul Majdi, MA.
b. Amid : TGH. M. Yusuf Ma’mun
c. Na’ib Amid : TGH. M. Zahid Syarief
d. Katib : TGH. Ayyudin Nuruddin, Lc.
e. Amin : TGH. Syamsiyah, BA.
f. Biro Ke-Thullab-an : TG. Drs.H. M. Suhaimi Rosyidi
g. Biro Umum : TGH Hudatullah MAZ, MA.
h. Biro Litbang : TG. H. M.Syafi’i Ahmad, MA.
Masyaikh
1. TGH. Salimul Jihad, Lc. M.Ag.
2. TGH. Husnuddu’at, S.Ag
3. TG. Drs. H. Ahmad Hamid
4. TG. Drs. H. Mahruddin Abul Gani
5. TGH. H. M. Nashrulloh Ma’shum
6. TGH. Sam’an Misbah
7. TGH. Mahfudz Muhyiddin, SQ, Sag.
8. TGH. LL Hsnan Sayuti, QH.
9. TGH. M. Haqqi, BA.
10. TGH. Abdul Muhit HAsan
11. TGH. M. Said Abdurrahman, LC.
12. TGH. Hasan Basri
13. TGH. M. Adnan Ruslan
14. TGH. Muh ZuhdiAhmad, LC.
15. TGH. Mustafa Alawi
16. TGH. Abdusshobur Majid Thohir
17. TGH. Husnan Wadi, SHi.
18. TGH. M. Ishak Khairuddin, LC.
19. TGH. M. Haromain Jahri, LC.
20. TGH. Junaidi Rosyidi, LC.
21. TGH. M. Ja’faruddin Munir
22. Ust. M Imanuddin Sumar, MA.
23. Ust. H. Asrori Mustofa
Koperas
H. M. Zainul Arifin, QH.
Staf Tata Usaha Dan Pengelola Administrasi
a. Ust. M. Dimyati Ash-shoufi
b. Sanusi Salim
c. Hirwadi, QH.
d. Masnun, QH.
Perpustakaan
Iskandar Zulkarnain, QH.
Syarat-syarat Dosen dan masyaikh MDQH NW Pancor
Dosen dan masyaikh yang mengajar di Kampus MDQH NW Pancor sebagai berikut;
a. Memiliki kemampuan membaca kitab klasik dengan baik
b. Memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap Nahdlatul Wathan
c. Memiliki keyakinan Ahlussunnah Waljama’ah
d. Memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap pondok pesantren dan kepemimpinanTGB KH M. Zainul Majdi MAi

e. Memiliki pengalaman mengajar di pondok pesantren
K. PROGRAM STUDY DAN KURIKULUM
1. Program Study
a. Program study ini berstatus S1, berlangsung selama 4 (empat) tahun berturut-turut. Setiap tahun terdiri dari 2 (dua) semester.
b. Program study ini mengutamakan peranan akhlaq al-karimah, disamping menguasai ilmu yang tertera dalam kurikulum dengan baik.
c. Program ini statusnya setara dengan lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh Departemen Agama (sekolah negeri).



2. Kurikulum MDQH NW Pancor
Kurikulum MDQH NW Pancor disusun sesuai dengan tujuan pendidikan, yaitu mengkaji bidang studi Agama Islam dengan program kekhususan ilmu yang terbagi dalam 5 (lima) program bidang studi :
a. Program Pengajian pendalaman Tafsir
b. Program Pengajian pendalaman Hadits
c. Program Pengajian pendalaman Fiqih dan Ushul Fiqih
d. Program Pengajian pendalaman Ilmu Alat
e. Program Pengajian pendalaman Tasawuf
3. Rincian Mata Kuliah
مـادة
 القرآن\ التفسير
 اصول التفسير
 الحديث
 مصطلح الحديث
 الفقه
 اصول الفقه
 قواعد الفقهية
 المقارنة  الفرائض
 النحو
 الصرف
 البلاغة
 المنطق
 العروض
 قواعد اللغة العرابية
 الإنشاء  التحفيظ
 شؤن الإمامية الوطنية
 شؤن النهضية
 التوحيد
 الشمائل
 التاريخ
 التصوف
 تعليم المتعلم

4. Kitab-Kitab Yang Digunakan Pada Pengajian Pagi Di Musholla Al-Abror Hamzanwadi
اليوم اسم الكتاب المشيخ/ الأستاذ
الأحد الشمائل الحاج حسن الدعاة
الإثنين تجريد الصريح الحاج زاهد شريف
الثلاثاء أنوار المسالك الحاج مصطفى علوى
الأربعاء تفسير ابن كثير الحاج هداة الله
الخميس منهاج العابدين الحاج سمعان مصباح
الحاج نصر الله معصوم
الجمعة عموم المستشاريون
السبت الأذكار الحاج سليم الجهاد

L. METODE BELAJAR
Belajar mengajar disampaikan menurut klasifikasi program belajar sebagai berikut :
1. Pengajian pagi (jam nol), yang diikuti oleh semua tingkat sebelum kuliah kelas
2. Dirasah yaumiyyah disampaikan dengan metode :
a. Ceramah dan dialog interaktif
b. Pengajian model bandongan dan sorogan
c. Studi kepustakaan literatur klasik keagamaan
d. Tadris wa ta’lim
e. Muhadatsah / muhawaroh
f. Penugasan penulisan ilmiah (jangka panjang)
g. Persiapan event Musabaqoh Qiro’atul Kutub Nasional setiap tahun
3. Kegiatan extra
a. Tahfizul Qur’an
b. Qiro’atul Kutub
c. Muhadlarah

d. Mudzakaroh / kajian mendalam terhadap kitab-kitab tertentu untuk penguasaan bidang studi dengan bimbingan masyaikh bidang studi
e. Membahas Masa’il Fiqhiyyah, Maudlu’iyyah dan Waqi’iyyah
f. Latihan Tilawah al-qur’an
g. Marawis / Hadroh
h. Rebana qosidah (tim wasiat)
i. Seni Kaligerafi
j. Kuliner dll
M. SYARAT-SYARAT PESERTA
1. Persyaratan Santri / Thullab
Pendaftaran peserta (santri thullab) MDQH NW Pancor dilakukan setiap satu tahun sekali, sesuai dengan masa pendidikan. Dalam arti, setelah satu angkatan selesai baru menerima peserta didik yang baru. Penerimaan santri / thullab baru MDQH NW Pancor dilakukan melalui dua tahap; pendaftaran dan seleksi. Calon santri / thullab yang akan mengikuti Program MDQH NW Pancor diharuskan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1) Telah lulus pendidikan serendah-rendahnya Madrasah Aliyah atau yang sederajat
2) Mengisi formulir pendaftaran
3) Menyerahkan Foto Copy SKHU atau SLTS (Surat Tanda Lulus Sementara)
4) Membayar uang pembangunan Rp 200.000,- (dicicil 2X dalam satu tahun)
5) Membayar :
1. Uang pendaftaran : Rp 50.000,-
2. Uang Ta’aruf : Rp 15.000,-
3. Uang Dzikrol Hauliyyah : Rp 5000,-
4. Uang Hultah : Rp 5000,-
5. Uang Perpustakaan : Rp 5000,-
Jumlah Rp 280.000,-
6) Membayar I’anah/ SPP minimal 2 bulan (2 x Rp. 30.000 = Rp 60.000,-)
Sedangkan proses seleksi calon mahasiswa Ma,had ’Aly MDQH NW Pancor, sebagai berikut:
a. Menjadi Thullab aktif
b. Bisa membaca dan memahami teks kitab fathul qorib, fathul mu’in atau yang setingkat.c. Memiliki kemampuan ilmu fiqh dan ushul fiqh dasar.
d. Tidak memandang jenis kelamin, laki-laki maupun perempuan.

MAJELIS THULLAB MDQH NW PANCOR
Organisasi santri merupakan kelengkapan lembaga sebagai sarana perpanjangan tangan lembaga untuk pengembangan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian thullab serta berbagai bentuk kejasama dan hubungan keluar dengan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan yang dilakukan oleh organisasi ini bersifat ekstra-kurikuler yang meliputi tri dharma Ma’had.
Organisasi Thullab (Majlis Thullab)














Share:

Riwayat TG M Ali Batu ( Sakre ) " karismatik " | Cinta NW

  Beliau adalah Muhammad Ali Batu Bangke Ilang Sabil yang oleh para sejarawan lokal maupun Belanda dianggap sebagai tokoh paling kharismatik sepanjang sejarah perjuangan rakyat Lombok, pemersatu masyarakat khususnya umat islam baik dari kalangan bangsawan maupun rakyat jelata dari perpecahan dan juga sebagai pejuang dalam perang melawan kekuasaan penjajahan Hindu-Bali di Lombok.
    Dengan kharisma beliau yang luar biasa saat itu telah menjadi modal utama dalam mempersatukan semua kalangan yang ada di Lombok yang terkenal sangat sulit untuk diwujudkan dan kemudian membawa mereka kepada satu tujuan yaitu perjuang suci. Keretakaan-keretakan hubungan masyarakat Lombok yang ada tersebut tidak lepas dari keterbelakangan dan adanya perasaan yang selalu ingin menang sendiri di antara mereka. Tengtang keadaan ini dapat diketahui dari Babad Lombok, Babad Selaparang, Babad Sakre-Karang Asem dan beberapa laporan dari pemerintah Belanda,antara lain:

a. Tentang kharisma beliau yang luar biasa itu dapat diketahui dari sebuah laporan pemerintah Belanda yang menjelaskan sebagai berikut:
“Di tanah ini (Lombok), Haji Muhammad Ali menebarkan benih thoriqotnya.......(yang menurut catatan Belanda disebut dengan “ Sekte Nakasabandrija”).
Orang-orang berdatangan kepada Mohammad Ali di Sakre minta dibiat masuk thoriqotnya, kaum bangsawan dan juga rakyat jelata menganggap suatu keberuntungan apabila diperboleh bergabung dalam barisan para murid yang melakukan ziarah ke tempat kediaman sang guru suci......(Laporang Belanda,Minggu 28-10 s/d 4-11-1897(KV 28-11-1896,V19, hal 26-28).
b. Tentang ketolol-tololan dan keterbelakangan pemikiran yang membut orang Sasak saat itu selalu terpecah-belah pada khususnya dapat di ketahui dari Babad Selaparang babd sakre-Karng Asem.
“Terkisahkan sekarang di Bali, sudah siap lengkap perbekalan dan senjata ,para Gusti di perintahkan untuk mencari kapal layar tempat bekal mesin dan peluru. Ada bantuan dari Tabanan, Buleleng, dan Mangwi juga ikut membantu.Begitulah ceritnya (persiapan itu) sangat baik, kata musyawarah itu, “Raja Sasak itu semuanya tolol.”(Babad Selaparang Bait; 451)
“ Mule meno kelampan Sasak, ndarak pade mele ngasorin, mele amesak-mesak, kewastuan pade cerengeh,marak beberas pesiaq tetolang, ndarak pade likat mudi.....”(Babad Sakre-Karang Asem).

c. Tentang kepahlawanan beliau dan cita-cita perjuangannya yang suci dapat disimak dalam laporan Van Der Krann (1980) yang mengutip pokok-pokok pembahasan Neeb & Asbeck Brusse pada tahun 1897 dan dalam Babad Lombok II.
“Pada tahun 1891 orang Muslim dari suku Sasak di Lombok melakukan pemberontakan terhadap pemerintah raja Bali (Anak Agung Ngurah Karang Asem). Ini bukanlah pemberontakan yang pertama, tetapi memeang yang paling dahsyat. Berbeda dengan sebelumnya, maka pemberontakan kali ini tidak dapat di padamkan. Pemberontakan ini telah menyababkan berakhirnya setengah Abad kekuasaan Bali di Lombok dan mengundang campur tangan Belanda.”(Van Der Krann)
Sedangkan dalam Babad Lombok II dilukiskan tentang tujuan perjuangan suci itu sebagai berikut :
“ Mun kesukaq Allah luih,
Te beriuk ngiring Tuan Guru,
Turut perang sabil andang Bat,

Mun te pade menang lemaq,
Ite pade,ndek te buring te pegisiq,
Rakse,dese,dasan te iriq,
......................................................
Petin kebon bangket te kawih ndidik anak jari,
Gen payas gumi Selaprang seseniq.
Secara terperinci tentang sejarah kepahlawanan beliau ini dapat di baca dalam Babad Sakre-Karng Asem.Babad ini belum lama berselang diterbitkan oleh Yayasan Kerta Raharja di Sakra,berupa stensilan dengan catatan-catatan singkat oleh L. Djelenge.

    Adapun khusus tentang sejarah perjalanan keguruan beliau dalam tashawuf(thoriqot), maka dapat disimak dari kiah yang dituturkan oleh Bapak.Guru.Syekh Abdusshomad Habibullah sebagai berikut:
Sejarah keguruan Muhammad Ali berawal dari mimpi, dimana beliau dalam mimpi itu bertemu dengan Baha’uddin al-Naqsyabandy atau dalam dialek(penyebutan) masyarakat Sasak dikenal dengan nama Syekh Ba’idin yang memerintahkannya untuk melakukan suatu pelayaran ke Mekkah dengan membawa perbekalan berupa 160 biji paku,sebuah palu dan sebuah sabuk Saje sepanjang 40 Depa.

  Sampai pada mimpi yang ketiga beliau belum juga melaksanakan perintah mimpi itu hingga akhirnya pada mimpi yang keempat beliau baru berlayar dengan ditemani oleh seorang sahabatnya yaitu Guru Adam dari desa Aik Mual Praya.
Dalam perjalanannya, beliau menghadapi berbagai rintangan yang menyebabkan perahunya pecah. GuruAdam dengan susah payah menyelamatkan diri dan akhirnya terdampar di desa Pengantap Sekotong, sedangkan beliau juga berhasil menyelamatkan diri karena menemukan pohon Paok Jenggik ( Paok ; Mangga ) yang tumbuh di tengah lautan.Kemudian teringat dengan bekal yang ada, beliau pun mulai memanjat dengan menggunakan paku yang dibawanya hingga menghabiskan 100 biji paku.
    Setelah sampai di atas pohon itu, beliau melihat buahnya yang hanya berjumlah satu biji. Namun mendadak seketika itu seekor burung Garuda datang dengan cepat dan memakan buah mangga itu hingga setengahnya. Kesempatan itu tidak disia-siakan,beliau segera bersembunyi dan sangat hati-hati beliau mengeluarkan sbuk saje kemudian mengikat dirinya di kaki burung itu.Karena burung itu hanya memakan setengahnya saja,beliau berfikir.”Di sini tidak ada yang bisa saya makan kecuali buah ini.”Buah itu pun di makannya hingga dirasa cukup sekedar untuk mengganjal perut.


Setelah burung itu terbang jauh hingga sampai ke tengah hutan yang dalam dialek Sasak disebut dengan hutan Serandik yang ada di negeri Mesir.Beliau melepaskankan ikatan sabuknya untuk segera turun sebelum burung itu sadar dan melihatnya.Malang baginya, di tengah hutan itu beliau di kepung sekawanan binatang buas (srigala) yang menyebabkan harus segera menyelamatkan diri dengan memanjat sebatang pohon dengan menggunakan sisa 60 biji paku yang dibawanya.Setelah beberapa saat,seekor srigala yang merupakan raja sekawanan srigala itu segera memanggil srigala-srigala lainnya dan kemudian beramai-ramai mengencingi batang pohon itu sehingga membuat batangnya menjadi goyang.Melihat kondisi tersebut dengan cepat beliau mengikat kerisnya pada ujung sabuk saje dan menjatuhkannya ke mulut srigala hingga akhirnya binatang itu mati.
Melihat rajanya mati,serta merta yang lainnya ketakutan dan segera melarikan diri. Dengan perasaan lega dan penuh rasa syukur yang mendalam beliau segera turun untuk menguliti binatang itu hingga kulitnya dapat dijadikan sebagai pakaian penghangat.


Diperjalanan selanjutnya beliau melewati sungai Nil, terdpat tempat di sungai itu yang airnya dapat dapat mengubah segala benda yang jatuh didalam membatu(keras bagaikan batu).Hal terbusebut beliau menjadi takut dan ragu untuk menyebrang. Beliau tudak berputus asa, segera di ambilnya debu untuk bertayamum dan kemudian melaksanakan sholat sunat.Usai sholat beliau berdo’a mohon kepada Allah SWT.agar segera di pertolongan dari kesulitan yang dihadapinya.
Allah SWT.mengabulkan do’anya dengan menurunkan hujan badai dahsyat yang menyebabkan sebatang pohon besar tumbang dengan posisi melintang seperti sebuah titian di atas sungai itu.Dengan hati-hati beliau berjalan di atas pohon yang tumbang itu dan berhasil melewati sungai terebut. Namun karena rasa penasaran dengan apa yang di lihatnya, beliau mencoba untuk membuktikan dengan mencelupkan jari telunjuknya kedalam sungai.Dengan kekuasaan Allah SWT. Jari beliau segera berubah membatu (menjadi keras bagaikan batu) dan oleh karena jari yang telah membatu inilah akhirnya gelar Muhammad Ali “ Batu “ dinisbahkan kepadanya.
    Singkat cerita sampailah beliau di sebuah desa di negeri Mesir dan mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakatnya. Oleh masyarakat setempat beliau kemudian diarak ke istana Raja (Sulthon). Karena Sulthon tertarik dengan kulit binatang yang dibawanya, maka dibelinya kulit binatang itu seharga dengan empat kantung uang dengan maksud untuk dijadikan jimat.


Di desa itu beliau menginap di rumah seorang penghulu agama yang menceritakan kepadanya bahwa Syekh yang selama ini bekiau cari itu pada tiap tiga tahun sekali datang berkunjung ke desa tersebut dengan rupa yang berbeda-beda dan itulah sebabnya mengapa ketika beliau datang ke desa itu di sambut dan diarak ke istana raja.Hal itu tidak lain karena beliau dianggap sang Syekh.Penghulu itu juga menambahkan bahwasanya Syekh tersebut kini sedang melakukan suluk di Jabalil Asir (gunung Asir) yang terletak di negeri Yaman.
Setelah mendengar cerita itu, Muhammad Ali mohon agar diantarkan ke tempat tersebut. Penghulu itu menjawab bahwa ia tidak berani pergi ke tempat dimana Syekh berkhalwat. Kemudian Muhammad Ali berkata:”Bila anda tidak berani (sanggup) ke tempat itu,maka cukuplah anda tunjukan dimana arah menuju tempat itu.”Oleh penghulu itu permintaan beliau dikabulkan.

 Kemudian meraka pun melakukan perjalanan ke tempat tujuan.Ketika mereka telah dekat,penghulu itu kemudian menunjukan tempat yang oloeh Muhammad Ali merupakan tempat yang tidak asing lagi baginya disebabkan beliau beberapakali melihatnya di dalam mimpi.Dan sebagai tanda terima kasihnya atas pertolongan penghulu yang telah menunjukan tempat itu,beliau menghadiahkan kepadanya seluruh uang (yang empat kantung) tanpa tersisa sedikitpun. Ini merupakan I’tibar (contoh) bahwa ilmu hakikat adalah ilmu yang tidak ternilai dan juga tidak bisa ditukar atau dibandingkan dengan harta berapapun banyaknya walau hanya sekedar ditunjuki tempat menututnya saja, apa lagi sampai dapat menerimanya. I’brah ini hendak menjadi renungan bagi setiap jama’ah untuk terus bersyukur kepada Allah SWT.karena tidak semua orang mampu berfikir akan tingginya ilmu ini dan juga tidak semua orang sanggup menghargainya sebagaimana Muhammad Ali telah menghargainya.
&nbs ;   Setelah itu beliau pun bertemu dengan Syekh Ba’idin dan langs ng mengucapkan salam kepadanya.Namun beliau sangat terkejut,sesampai di hadapan Syekh Ba’idin beliau bukannya mendapat sambutan sebagaimana yang diharapkan,malah ebaliknya dapat makian.Syekh Ba’idin bertanya:”siapa yang menyuruhmu kesini menemui saya ? “Muhammad Ali menjawab : “Anda wahai Syekh.”

   Kemudian setelah itu oleh Syekh Ba’idin beliau dipersilahkan untuk segera memasuki ruang Suluk (tempat khalwat / pertapaan).Ketika berada dalam pertapaan itulah ubun-ubun beliau di usap oleh Syekh Ba’idin hingga menyebabkan beliau berteriak-teriak dan merasa ketakutan yang luar biasa karena perlihatkan kepadanya keadaan siksa neraka yang konon saat itu sesaat terasa seperti 70 tahun lamanya.
Kejadian saat itu telah meninggal bekas yang sangat mendalam hingga menyababkan beliau menyerah an hidup dan matinya kepada Syekh Ba’idin untuk mendapatkan bimbingan.Oleh Syekh Ba’idin beliau kemudian di perintahkan untuk masuk kembali ketempat khalwatnya yang kemudain ditutup dengan batu dan di tempat itulah beliau tinggal selama tiga tahun.
    Sementara beliau berada di tempat khalwatnya tersebut,di Lombok sahabat beliau Guru Adam kembali melakukan pencarian dengan tujuan agar dapat memukan beliau hidup atau mati.Namun usaha pencarian itu hasilnya tetap nihil.
Untuk kesekian kalinya allah SWT.menunjukan kebesaran-nya, setelah berada selama tiga tahun di dalam batu tersebut,tiba-tiba saja tatkala bangun beliau telah mendapatkan dirinya berada di rumahnya di desa sakra.Keadaan ini bukan hanya mengejutkan dirinya namun juga bagi keluarga dan seluruh masyarakat desa saat itu yang secara spontan membunyikan kentongan tanda bahaya karena mendengar istri Muhammad Ali berteriak-teriak terkejut bahkan ketakutan tatkala tiba-tiba melihat seorang lelaki tidur di dalam rumahnya.


Selang beberapa waktu di Sakra,tiba-tiba beliau mendapatkan sepucuk surat dari Ba’idin memerihtahkannya agar kembali berlayar ke negeri Mekkah dengan pesan apabilah telah mendekati pelabuhan Jeddah nanti pada hari jum’at tengah hari(sekarang kira-kira pukul 12:00 siang) untuk segera masuk ke sebuah masjid masjid yang terletak di tengah lautan untuk melaksanakan sholat jum’at.
    Kemudian beliau berangkat dan sampai di tempat itu pada waktu yang sesuai dengan apa yang tertulis dalam surat.Ketika beliau memasuki masjid,nampak suasana sepi tanpa seorang pun berada didalam.Namun keadaan tiba-tiba berubah,dalam waktu sekejap entah darimana asalnya jama’ah yang terdiri dari para waliyullah telqah memenuhi ruang masjid.Kemudian setelah khutbah jum’at Syekh Ba’idin datang untuk mengimami sholat jum’at dam Muhammad Ali berdiri tepat di belakangnya.


Usai sholat,para waliyullah secara perlahan kembali menghilang dan keadaan pun kembali menghilang dan keadaan pun kembali kecuali beliau dan Syekh Ba’idin.karena khawatir Syekh Ba’idin juga akan meninggalkan tempat itu,segera beliau ikatkan jarinya ke surban Syekh Ba’idin hinggaketika sang Syekhhendak meninggalkan tempat itubeliau merasa dad yang menarik surbannya.Syekh Ba’idin pun tau kalau Muhammad Ali ada berada di belakangnya dan dengan segera kemudian beliau memanggil kembalijama’ah sholat jum’at (para waliyullah) untuk berkumpul serta mengumumkan bahwa Muhammad Ali adalah tempat menutup segala pangajian.dan di masjid inilah Muhammad Ali untuk pertama kalinya menerima tawajjuh sekligus mandat dari Syekh Ba’idin sebagai Guru ilmu hakikat.
    Singkat cerita,setelah itu beliau berhaji dan kemudian beliau kembali ke Lombok,untuk memberi pengajian kepada masyarakatdi pulau Lombok,menegakkan kebenaran memimpin mereka untuk mencapai kemerdekaan dari tangan penjajahan Hindu-Bali sebagaimana telah dikisahkan. Dengan damikan,maka hubungan antara Muhammad Ali Batu dengan Baha’uddin Naqsyabandy bukanlah hubungana keguruan yang bersifat Barzakhi atau Uwaisy karena pertemuan tersebut bukan dalam wujud ruhani (dalam ruhani ataupun dalam mimipi),namun pertemuan langsung secara dhohir(nyata) walaupun sebagaimana telah dikisahkan bahwa jarak kehidupan di antara keduanya adalah sekitar 500 tahun (Baha’uddin wafat pada tahun 1389 M. Dan Muahammad Ali pada tahun 1892 M.) dan jalur keguruan seperti ini sangat terjadi dalam sejarah pada shufi.
Adapun jalur seperti di atas dalam sejarah keguruan para shufi pernah terjadi pada Syekh Abdul Karim al-Jilli dengan Nabi Muhammad SAW.sebagaimana beliau kisahkan dalam kisahnya al-Insan al-Kamil fii Ma’rifati Awaakhiri wal Awaalihi menjelaskan :
“ Suatu ketika saya pernah bertemu dengan dia dalam bentuk persis seperti Syekh saya Syarafuddin Isma’il al-Jabarty,tetapi saya tidak mengetahui bahwa dia (Syekh) itu sebenarnya adalah Nabi Muhammad, karena setehu saya bahwa dia (Nabi) itu adalah Syekh.Ini adalah suatu penglihatan yang saya dapati di Zabit Yaman pada tahun 796 H (1393 M.).Maka hakikatnya yang ada dalam peristiwa itu adalah bhwa Nabi Muhammad mempunyai kekuatan unmenampilkan diri dalam setiap bentuk.”

Haji Muhammad Ali Batu sang Guru suci,pemersatu umat danpahlawan pada perang Lombok itu wafat pada tanggal 15 Maulid 1310 H. Atau bertepatan tanggal 7 Oktober 1892 dalam suatu pertempuran yang menyebabkan beliau mendapatkan gelar Muhammad Ali Batu “ Ilang Sabil “yang artinya “ Mati syahid “dan dimakamkan di desa Sakra Lombok Timur.











Share:
TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG PECINTA NAHDATUL WATHAN/ POKOKNYA NW / POKOK NW IMAN DAN TAQWA / cintanw.blogspot.com
SEPUTAR SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSA TENGGARA BARAT DAN NUSANTARA INDONESIA

HIMPUNAN SEJARAH

Popular Posts